KEBUTUHAN DAN ALAT PEMUAS KEBUTUHAN
KEBUTUHAN DAN ALAT PEMUAS KEBUTUHAN
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI, kebutuhan adalah sesuatu yang
dibutuhkan atau yang diperlukan. Dalam arti lain, kebutuhan adalah segala
sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk mencapai kesejahteraan hidup.
Dikutip dari Gramedia.com, kebutuhan manusia adalah sesuatu yang dibutuhkan
oleh manusia, atau keinginan manusia yang harus dipenuhi, demi tercapainya
kepuasan rohani maupun jasmani untuk keberlangsungan hidupnya. Kebutuhan ini
dapat berupa barang ataupun jasa.
Kebutuhan seseorang cenderung berubah-ubah
karena semakin meningkatnya pemikiran manusia yang bergantung dengan situasi
dan kondisinya. Faktor-fakor yang mempengaruhi kebutuhan,
yaitu sebagai berikut.
1.
Kondisi
Alam
Perbedaan
kondisi alam yang terdapat di berbagai daerah menyebabkan kebutuhan
masyarakatnya juga berbeda.Contohnya, orang yang tinggal di daerah daratan
tinggi atau pegunungan membutuhkan pakaian tebal untuk mengurangi rasa dingin
pada malam hari.Sementara orang yang tinggal di daratan rendah lebih senang
mengenakan pakaian tipis yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat.
2.
Peradaban
Kebutuhan
manusia meningkat seiring dengan meningkatnya peradaban.Ilmu pengetahuan terus
bberkembang, manusai makin mampu menciptakan peralatan dan teknologi yang makin
maju.Semua hasil ciptaan manusia itu sebenarnya dirancangn untuk membuat
kehidupan lebih nyaman dan mudah. Perkembangan peradaban ini tidak akan pernah
berhenti dan akan selalu membawa perkembangan pada peradaban umat manusia.
3.
Agama
dan Kepercayaan
Berbagai
macam agama dan kepercayaan yang berbeda menyebabkan timbulnya perbedaan
kebutuhan.Contohnya, adanya perayaan keagamaan menimbulkan adanya kebutuhan
khusus. Menjelang Hari raya Idul Fitri kebutuhan akan ketupat meningkat tajam,
melebihi hari-hari biasa.
4.
Adat
Istiadat
Berbagai
macam adat istiadat yang dimiliki masyarakat akan menimbulkan adanya pola
perilaku dan kebiasaan yang berbeda pula sehingga muncul berbagai macam
kebutuhan, sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Misalnya,
kebutuhan akan upacara tertentu, seperti upacara perkawinan, kesenian
tradisional dan lain-lain.
5.
Faktor perdagangan internasional
Pesatnya arus globalisasi menyebabkan adanya perdagangan
internasional. Semakin
banyak barang-barang yang dapat diimpor
dari luar negeri. Masyarakat dapat
membeli barang import dengan mudah. Hal ini menyebabkan menyebabkan kebutuhan masyarakatnya meningkat
pesat.
6.
Faktor demonstracy effect
Biasanya masyarakat cenderung meniru tingkah laku, mode
pakaian dan mode rambut
orang lain, terutama para public fikur di media
sosial. Masyarakat sangat mudah mengakses media sosial untuk melihat dan meniru
gaya hidup public fikur yang mereka idolakan.
Masyakat ingin tampil seperti idola mereka.
1.
Kebutuhan
Menurut Intensitas Kegunaan (penting atau tidaknya)
Kebutuhan
menurut intensitas dapat digolongkan sebagai berikut:
a.
Kebutuhan
Primer
Kebutuhan
primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang ingin hidup
layak. Contoh Kebutuhan Primer antara lain: makanan, minuman, pakaian, dan
rumah.
b.
Kebutuhan
Sekunder
Kebutuhan
sekunder adalah kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primer
terpenuhi.Kebutuhan ini berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.Misalnya
mobil bagi orang berpenghasilan tinggi adalah kebutuhan sekunder, namun bagi
orang yang berpenghasilan rendah adalah barang mewah.
c.
Kebutuhan
Tersier
Kebutuhan
tersier adalah kebutuhan yang tingkat pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan
sekunder terpenuhi.
- Kebutuhan Menurut Waktunya
Kebuthuan
menurut waktunya dapat digolongkan sebagai berikut,
a.
Kebutuhan
Sekarang
Kebutuhan
sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat
ditunda. Contoh kebutuhan sekarang antara lain, obat bagi orang sakit dan
makanan bagi orang kelaparan.
b.
Kebutuhan
Masa Akan Datang
Kebutuhan
masa akan daatang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan di kemudian hari
dan dapat ditunda karena tidak mendesak. Contoh kebutuhan masa akan datang
adalah menabung.
- Kebutuhan Menurut Sifatnya
Kebutuhan
menurut sifatnya daoat diglongkan sebagai berikut.
a.
Kebutuhan
Jasmani / Material
Kebutuhan
jasmani adalah kebuthan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik, yaitu
menjaga penampilan atau kesehatan.Misalnya, berolehraga dan mengkonsumsi
makanan sehat.
b.
Kebutuhan
Rohani / Nonmaterial
Kebutuhan
rohani ada;ah kebutuhan yang berhubungan dengan keseshatan jiwa. Contoh
kebutuhan rohani antara lain beribadah menurut agama, bersosialisasi, dan
berekreasi.
- Kebutuhan Menurut Subjeknya
Kebutuhan
menurut subjeknya dapat digolongkan sebagai berikut.
a.
Kebutuhan
Individual
Kebutuhan
individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu.Misalnya, seorang
sekretaris membutuhkan komputer dan telepon.
b.
Kebutuhan
Umum
Kebutuhan
umum adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk
kepentingan bersama.Misalnya, jalan, jembatan, rumah sakit, dan tempat
rekreasi.
5.
Kebutuhan
Menurut Abraham Maslow
|
|
|
Hierarki kebutuhan menurut Abraham Maslow bahwa
setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu : 1.
Kebutuhan Fisiologis, merupakan kebutuhan
paling dasar pada manusia. Antara lain ; pemenuhan kebutuhan oksigen dan
pertukaran gas, cairan (minuman), nutrisi (makanan), eliminasi, istirahat dan
tidur, aktivitas, keseimbangan suhu tubuh, serta seksual. 2.
Kebutuhan rasa aman dan perlindungan,
dibagi menjadi perlindungan fisik dan perlindungan psikologis. Perlindungan
fisik, meliputi perlindungan dari ancaman terhadap tubuh dan kehidupan
seperti kecelakaan, penyakit, bahaya lingkungan, dll. Perlindungan psikologis,
perlindungan dari ancaman peristiwa atau pengalaman baru atau asing yang
dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. 3.
Kebutuhan rasa cinta, yaitu kebutuhan
untuk memiliki dan dimiliki, memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan,
persahabatan, dan kekeluargaan. 4.
Kebutuhan akan harga diri dan perasaan
dihargai oleh orang lain serta pengakuan dari orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri,
ini merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow, yang berupa
kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri dan kreatif |
Alat pemuas kebutuhan adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan manusia, baik berupa
barang (goods) maupun jasa (service).
Barang
adalah alat pemuas kebutuhan yang berwujud, dapat dilihat dan di raba oleh
indera. Contoh: buku pelajaran, tas sekolah, baju, sepatu, perumahan, dan
kendaraan.
Barang dapat
dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya, hubungan dengan barang lain, dan
proses produksinya, fungsi, wujud, sifat dan kualitas.
a.
Jenis
Barang Berdasarkan Cara Memperolehnya
1). Barang Ekonomi (Economic Goods)
Barang ekonomi adalah barang yang
jumlahnya terbatas bila dibandingkan dengan kebutuhan manusia, sehingga untuk
memperolehnya memerlukan pengorbanan, baik tenaga maupun uang. Misalnya
makanan, minuman, pakaian, rumah, dan air mineral.
2). Barang Bebas (Free Goods)
Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang
untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi.
Contohnya, udara, sinar matahari, air di daerah pedesaan, dan air laut di
daerah pantai.
3). Barang Illith
Benda illith adalah benda pemuas kebutuhan yang
jumlahnya sangat berlimpah, sehingga cenderung merugikan kehidupan manusia.
Contohnya, air ketika
banjir, api ketika kebakaran.
b.
Jenis
Barang Berdasarkan Fungsi (Tujuan Penggunaannya)
1). Barang konsumsi
Barang konsumsi adalah barang yang langsung dapat
memenuhi kebutuhan manusia (barang jadi). Barang konsumsi disebut juga barang
siap pakai, misalnya sepatu, baju, kaos, dan televisi.
2). Barang produksi/barang modal
3). Barang produksi adalah barang yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya mesin
produksi, gedung/bangunan pabrik, tanah, dan bahan baku.
c.
Jenis
Barang Berdasarkan Wujudnya
1). Barang konkret/nyata/material
Adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berupa zat,
dapat diraba dan dilihat. Misalnya rumah, makanan, sepeda motor, mobilndan
perhiasan.
2). Barang abstrak/immaterial
Adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang tidak dapat
diraba dan dilihat tetapi dapat dirasakan, atau lebih dikenal dengan jasa.
Misalnya nama baik (goodwill), hak cipta, dan merk dagang.
d.
Jenis
Barang Berdasarkan Cara Penggunaan dengan Barang lain
1). Barang substitusi
Barang subtitusi adalah barang yang dapat saling
mengantikan, artinya bila tidak ada barang yang satu, maka dapat digantikan
dengan barang yang lainnya. Misalnya baju dengan kaos, teh dengan kopi, mobil
dengan sepeda motor, dan kompor dengan tungku.
2). Barang komplementer
Barang komplementer adalah barang yang dapat saling
melengkapi, artinya cara penggunaannya digabungkan dengan barang yang lain.
Misalnya baju dengan celana, kopi dengan gula, mobil dengan bensin, dan kompor
dengan minyak tanah.
e.
Jenis Barang Berdasarkan Proses
Pembuatan (produksi)
1).
Bahan Mentah
Bahan
mentah adalah bahan yang belum pernah mengalami proses pengolahan. Bahan mentah
disebut juga bahan baku. Contohnya:
a).
dari hasil tambang; minyak bumi, tembaga,
timah, perak, batu bara dan sebagainya.
b).
dari hasil hutan; kayu, damar, rotan, dan
sebagainya.
c).
dari perkebunan; teh, tembakau, kopi, dan
sebagainya. d) dari hasil pertanian; padi, palawija, sayuran, dan sebagainya
2).
Bahan Setengah Jadi
Bahan
setengah jadi adalah bahan yang sudah diolah tetapi belum menjadi produk akhir.
Agar menjadi bahan siap pakai perlu pengolahan lebih lanjut. Contohnya, benang;
bila diolah lebih lanjut akan menjadi kain. Kain bila diolah lebih lanjut akan
menjadi baju yang siap pakai.
3).
Barang Jadi
Barang
jadi adalah barang sarana pemuas kebutuhan manusia yang sudah mengalami proses
produksi secara tuntas atau sempurna dan dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan. Contohnya pakaian, kursi, meja, dan kue.
f.
Jenis Barang Berdasarkan Kualitasnya
1). Barang
superior
Barang
superior adalah barang ini yang memiliki kualitas yang tinggi. Kualitas ini
ditunjukkan dengan harga dan keawetan benda tersebut. Contohnya beras mentari,
pakaian bermerk mahal dan lain sebagainya.
2). Barang
inferior
Barang
inferior yakni barang dengan kualitas rendah. Biasanya barang ini mudah
didapatkan tentunya dengan harga yang murah. Contohnya barang-barang bekas
(second), di toko-toko pinggir jalan dan lain sebagainya.
2.
Jasa
Jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang
tidak berwujud (abstrak), tapi dapat dirasakan manfaatnya sebagai alat pemuas
kebutuhan. Menurut
Kotler (2000:428), jasa ialah setiap tindakan atau unjuk kerja yg ditawarkan
oleh salah satu pihak ke pihak lain yg secara prinsip tidak berwujud dan
menyebabkan perpindahan kepemilikan apa pun. Menurut Adrian Payne,
adapun karakteristik dan ciri-ciri jasa adalah sebagai berikut:
a.
Tidak Memiliki Wujud (Intangibility)
Produk jasa sifatnya abstark karena tidak dapat
dilihat, dirasakan, atau disentuh seperti halnya pada suatu barang fisik.
b.
Berubah-Ubah (Variability)
Jasa sangat mudah berubah-ubah, tergantung pada
siapa, kapan, dan dimana suatu jasa dikerjakan. Tidak ada hasil jasa
yang persis sama meskipun dilakukan oleh satu orang.
c.
Tidak Dapat Dipisahkan (Inseparability)
Produk
jasa dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan
partisipasi konsumen pada prosesnya.
d.
Mudah Lenyap (Perishability)
Produk jasa tidak dapat disimpan, dijual kembali, atau
dikembalikan kepada produsen jasa dimana seseorang membelinya. Dengan begitu,
jasa merupakan suatu produk yang mudah lenyap atau tidak bisa bertahan lama.
Jenis-jenis jasa sebagai berikut:
a.
Jasa Perawatan Pribadi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; pijat,
perawatan kecantikan, salon, binatu pakaian, dan lain-lain.
b.
Jasa Perumahan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; kamar
hotel, apartment, rumah tinggal, kost, dan lainnya.
c.
Jasa Komunikasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya;
telepon, telegram, computer dan internet.
d.
Jasa Usaha Rumah Tangga, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa
tukang kebun, air minum, perbaikan rumah, dan lain-lain.
e.
Jasa Transportasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; taxi,
jasa pengiriman barang, jasa angkut barang, penyewaan mobil.
f.
Jasa Rekreasi dan Hiburan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini antara lain; kebun
binatang, taman bunga, tempat wisata, tempat hiburan, dan lain-lain.
g.
Jasa Bisnis dan Profesi lainnya, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa
hukum, jasa akuntan, jasa pemasaran, dan lainnya.
h.
Jasa Asuransi, Bank dan
Finansial, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini
diantaranya; perpajakan, asuransi, perbankan, kredit.
Jenis-Jenis
Jasa Menurut Paul D. Converse:
a.
Personalized
services
b.
Personalized
services adalah jasa yg sangat mengutamakan
pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti jasa tukang cukur, jasa salon
kecantikan, jasa laundry, jasa foto. Dalam marketing, personal services
diusahakan supaya timbul semacam patronage motive, yaitu keinginan untuk
menjadi langganan tetap. Contohnya, patronage ini bisa timbul di dalam usaha
jasa laundry karena kebersihan, layanan yg ramah tamah serta baik dan sebagainya.
c.
Financial
services
Yang
digolongkan dalam financial services, antara lain:
1) Banking
services (Bank).
2) Insurance
services (Asuransi).
3) Investment
securities (Lembaga penanaman modal).
4) Public
utility and Transportation services.
Perusahaan
public utility mempunyai monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan jasa
listrik, jasa air minum. Para pemakainya terdiri dari Domestic consumer (konsumen
lokal), Commercial and office (perkantoran & perdagangan), Municipalities
(kota praja, pemda). Sementara itu, dalam transportation services, meliputi
jasa angkutan kereta api, jasa kendaraan umum, jasa pesawat udara dan
sebagainya.
d.
Entertainment
Usaha yang
termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang jasa olahraga, jasa
bioskop, jasa gedung-gedung pertunjukan dan usaha-usaha jasa hiburan lainnya.
Metode marketing yg dipakai adalah sistem penyaluran langsung di mana karcis
dijual di loket-loket.
e.
Hotel services
Hotel services merupakan salah satu sarana dalam bidang jasa kepariwisataan. Dalam hal ini, hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat jasa rekreasi, jasa hiburan, jasa travel biro dan sebagainya.
Sumber Referensi
- Mulyati, Eko,. 2022. Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum. Magelang: Liniswara
- Nurhayati, Indah,. 2022. Soal Latihan USPBK C.1 Dasar Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen 2023. Jombang: Pawitra
- Alam S,. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis. Jakarta: Penerbit Erlangga
- Muftias, Anis. 2018. Ekonomi Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara
- https://money.kompas.com/read/2022/03/12/083000026/pengertian-dan-jenis-kebutuhan-manusia-berdasarkan-intensitasnya?page=all


Komentar
Posting Komentar